And, here we go..
Kupang Lontong Prapatan Merbabu!
Hari itu tepat hari minggu. Jalanan Malang sedang macet-macetnya oleh orang-orang yang 'naik gunung' menuju arah mBatu dan muda-mudi yang asik plesir menuju pertokoan-pertokoan di pusat kota. Kami juga termasuk di dalam keriewuhan itu namun tak memilih dua destinasi di antara tadi. Tujuan kami adalah..... Kupang lontong perempatan Merbabu!
Saat menuju lokasi incheapin yang satu ini, kalian akan disambut dengan sejuk dan rindangnya pohon-pohon tua di kiri kanan jalan dan tentu, Hutan Kota Malabar yang terletak tak jauh dari sana dan sering jadi tempat hunting anak-anak gawls Malang karena memang sejuk dipandang.
Di seberangnya, terutama sekitar pukul 14.00 sampai 19.00 (kalau belum habis), sebuah gerobak berwarna coklat tua dipastikan lagi nangkring. Gerobak itu milik Pak Edi, bapak yang sudah beberapa tahun ini bergelut meramu Kupang.
Pertama kali kami berkunjung, Pak Edi langsung menarik perhatian kami. Beliau ada di sana tidak cuma memanjakan lidah pengunjungnya, tapi juga akal dan nurani.
"Have a seat please," ujar beliau dengan Bahasa Inggris yang oke sambil tersenyum.
Sangar!
Saat sowan perdana itu, kami kebetulan duduk bersama pasangan muda dengan anaknya yang seusia SD kelas 1. Kami bertanya-tanya, "mengapa pasangan yang terlihat mapan secara moral dan materil (terlihat dari kedatangan mereka dengan roda empat tipe keluarga dan tawa-tiwi yang menghiasi percakapan mereka) ini mau mampir ke tenda sederhana ini? Apa istimewanya?"
Setelah kepulangan mereka, Pak Edi mau angkat bicara, "Oh, mereka sudah jadi langganan Bapak, sejak masih pacaran dan kuliah di Brawijaya (Universitas Brawijaya, Malang. red)."
Sangar kuadrat!
Setelah pesanan kami datang, langsung deh dicicipin. Tak bersisa dan tanpa komplain! :D
Terusss.. hal yang bikin Si Kecil Kupang ini jadi menantang adalah, kebanyakan kita masih terjebak mitos bahwa "Kupang itu diumpan pakai pup-nya manusia". Makan kupang sambil terbayang-bayang mitos gitu, siapa yang berani hayooo!?!? :p
Dan lagi, kita bisa pesen dengan tingkat pedas-kecut sesuai selera. Mau imbuh kuah atau lontong atau kupang dan sate kerang lagi juga bisa! Tapi menurut kami, seporsi lontong kupang + gorengan + sate kerang + telur asin ini sudah bikin perut full tank sampai tumpeh tumpeh, kok!
Sangar triplet!
Kupang Lontong Perempatan Merbabu
:)
- Paduan Kupang Lontong plus keasyikan dan keramahan Pak Edi sungguh lebih dari mengenyangkan dan sangat nyaman lah!
- Ada telur asin dan sate kerangnya dari Kerang Hijau! (kalau beruntung)
-Meskipun jualan di gerobak, tapi air yang digunakan untuk mencuci perlalatan makan terjamin kebersihannya karena rajin diganti dari keran di klinik tepat di belakang gerobak.
-Terletak di dekat Hutan Kota Malabar dan Taman Merbabu: pemandangan alam ada, pemandangan sosial juga ada.
:(
- Ada ponten portable di sebelah gerobak. Mungkin beberapa orang merasa kurang nyaman dijejerin ponten (meski tidak ada bau tak sedap yang tercium.)
- Kalau hujan, siap-siap aja basah. Maklum, tenda sederhana Pak Edi ini tidak tertutup.
- Semoga kalian ke sana pas Pak Edi lagi tidak banyak pelanggan atau lagi tidak bad mood, karena rugi banget kalau tidak sempat ngobrol dengan beliau.
Harga
Sepiring Kupang Lontong dipatok Rp13.000,00 (sudah termasuk 5 tusuk Sate Kerang). Kalau mau nambah telur asin, cukup merogoh kocek tambahan Rp2000,00 saja per butirnya.
Gimana? Selamat mencoba dan ditunggu komentarnya, ya! ^^
Menurut selera pribadi sya, kupang merbabu ini kupang yg paling pas dilidah yg ada dimalang. dibanding kupang cip*o, kaw*,merg*n,dll.selain porsinya yg pas,rasanya jga pas tdk terlalu over sweet sprti dtempat yg lainya.menurut selera pribadi loh hehe ^^v
BalasHapus